Friday, October 24, 2025

Puisi Guru (Ibu Larassati Indah Permatasari, S.Pd)

 



Rumah Kedua

by : Larassati Indah Permatasari


            Ramaiii...

Itu yang kurasa setahun lalu

Begitu hangat sapa di pagi hari oleh para pejuang ilmu Betul… 


kadang berat melangkah saat fajar datang


 

Namun, semua lenyap saat sampai di rumah

Rumah kedua tempat yang begitu ramai namun damai


Rumah yang menjadi tempat semua bercengkerama


 

Aku rindu…

Suasana pagiku dengan panggilan suara merdu lonceng itu


Bertatap muka dengan ekspresi yang menggebu haus akan ilmu


Tapi semua berlalu, berlalu begitu saja karenamu 


Kamu yang tiba-tiba datang bagai debu setahun lalu


 

Kamu yang membuat suasana ramaiku berubah jadi     haru


Tak hanya di rumahku namun di seluruh duniaku


Sungguh kau tak punya malu


Jika boleh kuberkata padamu


Pergilah wahai debu


Karena kurindu rumah keduaku




Dia

by : Larassati Indah Permatasari

 

Terdengar langkah kaki menyusuri koridor sekolah 


Bersorak nan lantang tanpa arah dari barat ke timur 


Mereka bahagia, walau jelas terlihat raut wajah cemas


Cemas akan segudang materi baru yang akan muncul 


Sewaktu masuk kelas

 

Apakah aku bisa? Apakah aku paham?


Yaa… sedikit pertanyaan santai lalu-lalang di benak  mereka

Tidak semua merasa cemas

Bahkan ada yang malas untuk berkata 


 Ah… biar saja aku tak paham

Yang penting aku bisa tebahak-bahak dengan sejawat


Sekarang?

Namun sekarang semua semu

Hanya tinggal sisa jejak kaki dan segelintir harap yang         memudar


Kami rindu akan tawa dan canda mereka


Kami rindu berdiri tegak di tengah ombak


Dengan segudang tanya yang kadang tak tentu setahun     lalu





Namun sekarang semua berjarak


Terkungkung dalam sangkar bagai


 burung Karena “dia” semua lenyap dalam sekejap







No comments:

Post a Comment

Cerpen Siswa (Kaisan Althaf Farand)

  PULIH by: Kaisan Althaf Farand        Dulu, di sebuah desa yang tenang, tinggallah seorang anak bernama Kazhelta Fitrand Darsa , atau yang...