Kaide dan Janjinya untuk Bumi
by : Made Ratu Fitri Yusuf
Setiap pagi, matahari bersinar cerah menyapa bumi. Saat malam tiba, bulan
menggantikan tugasnya, menyinari langit
dipenuhi bintang-bintang berkilauan. Keindahan alam semesta begitu
menenangkan. Di sebuah
desa yang dahulu
asri, hiduplah seorang anak bernama Kaide. Ia adalah siswa kelas 8 SMP yang penuh rasa ingin tahu.
Suatu malam, Kaide termenung dan mengenang masa kecilnya. Dahulu, lingkungannya dipenuhi pepohonan rindang, udara sejuk, dan sungai yang jernih. Namun kini, semua
itu terasa seperti kenangan yang perlahan menghilang. Lingkungan di sekitarnya tampak kacau—penuh polusi, rawan banjir, udara pengap, dan air sungai yang kotor.
Kaide mulai bertanya-tanya dalam hati, “Mengapa ini bisa terjadi? Bukankah Tuhan
menciptakan bumi dengan sempurna? Mengapa sekarang lingkunganku rusak seperti ini?” Pertanyaan itu terus menghantuinya, bahkan hingga ia sulit tidur dengan tenang.
Seiring berjalannya waktu, Kaide mulai mencari jawaban. Ia membaca berbagai buku setiap malam.
Pada saat Kaide
membaca buku yang
berjudul “aku dan
bumiku” ia menemukan
kenyataan bahwa memang Tuhan yang menciptakan dunia, tetapi
manusialah yang diberi
amanah untuk menjaga
dan merawatnya. Dan Kaide pun baru
mengetahui ternyata kerusakan alam bukan terjadi begitu saja melainkan akibat ulah manusia,
termasuk dirinya sendiri yang sering mengabaikan tanggung jawab terhadap
lingkungan.
Kaide pun mulai berfikir bahwa “Manusia adalah perusak alam, karena mereka yang memproduksi sampah, tetapi enggan bertanggung jawab terhadapnya,” ujar Kaide dalam hati.
Sejak saat itu, Kaide
memutuskan untuk berubah.
Ia mulai membuang
sampah pada tempatnya,
menghemat air, ikut serta dalam kegiatan kerja bakti, dan merawat pohon-
pohon di sekitarnya. Meskipun yang ia lakukan masih kecil, Kaide percaya satu tindakan
baik bisa menginspirasi banyak
orang.
Kalian tau gak sih? Ternyata, satu botol plastik bisa membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai!
Bayangkan jika setiap hari kita membuang
sampah sembaranga, berapa banyak sampah yang akan menumpuk
dan mencemari bumi?
Itulah mengapa penting
banget untuk memilah sampah sesuai kategorinya: organik, anorganik, residu, dan B3. Dengan
memilah sampah sejak dari rumah, kita bisa membantu menciptakan lingkungan yang bersih
dan sehat.
Lingkungan yang bersih tidak hanya enak dipandang, tapi juga membuat kita terhindar dari berbagai penyakit. Sebaliknya, lingkungan yang kotor bisa jadi sarang bibit penyakit dan berdampak
buruk bagi kesehatan
kita semua.
“Jangan menunggu orang lain berubah. Jadilah awal dari perubahan. Lingkungan yang bersih dimulai dari satu tindakan kecil yang dilakukan dengan konsisten.”
Kini, Kaide telah membuat janji dalam dirinya: ia tidak akan lagi diam saat melihat lingkungan rusak. Ia akan bergerak, memulai dari diri sendiri, demi mengembalikan keasrian lingkungan seperti dulu.
No comments:
Post a Comment