Thursday, September 18, 2025

Buku Antologi Puisi Pertama

 

  

            Buku antologi puisi Menembus Batas Mengurai Kisah Dalam Pandemi dibuat oleh penggiat literasi  SMPN 20 Depok. Guru dan siswa merangkai  kata-kata sederhana dan penuh makna dalam balutan diksi pada puisi.  Puisi yang menggambarkan sesuatu keadaan yang memaksa semua untuk berjauhan, tak bersua, tanpa tatap muka  di “Rumah kedua " kami. Sekolah yang biasanya ramai oleh sorak-sorai dari ujung barat sampai timur, kini senyap. Suasana hiruk pikuk terkubur oleh sesuatu yang sulit dijangkau tapi sangat nyata. Pandemi ini menyisakan sunyi di rumah kedua kami.

          Penulis dalam buku ini ingin menggambarkan keadaan yang tidak baik-baik saja, namun harus tetap telihat baik. Semoga dengan kehadiran buku ini, akan menambah cerita yang dapat dipetik menjadi sebuah pelajaran hidup dan kehidupan. Harapan berubah menjadi sebuah keajaiban yang memang kami inginkan.


KATA PENGANTAR


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

     SYUKUR ALHAMDULILLAH, segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam yang senantiasa memberikan kita banyak nikmat, yang tidak bisa kita hitung satu per satu. Selawat dan salam kepada Baginda Rasulullah Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam. Semoga kita termasuk dalam generasi yang senantiasa terus semangat dalam mengikuti dan menjalankan sunah-sunah Beliau hingga akhir zaman kelak.


   Pada saat ini, pemerintah menggiatkan agar setiap sekolah menggalakkan siswa-siswinya dalam berliterasi. Bahkan diadakan AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) untuk mengukur Literasi Membaca dan Numerasi. Mengingat kegiatan belajar mengajar yang diadakan selama pandemi dengan pelajaran jarak jauh, maka sekolah berusaha menguatkan semangat para siswa agar lebih giat belajar dan membaca. Dengan niat dan tekad menyemarakkan literasi sekolah, maka berusaha menghasilkan kisah selama pandemi lewat rangkaian kata dalam puisi.


   Karya yang Anda pegang ini, merupakan buku pertama sekolah kami yaitu SMP Negeri 20 Depok, yang merupakan hasil tulisan dari dewan guru dan siswa-siswi. Buku ini adalah awal proses pembelajaran dalam meningkatkan semangat dalam berliterasi dan mencoba mewujudkannya dalam karya                                               tulisan. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan buku ini,   masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan. Karenanya, kami sangat berharap Anda berkenan untuk mengingatkan, memberi saran dan menambah ilmu kepada        kami. Semoga ke depan, kita semua bisa berproses menjadi  para penulis hebat yang bisa menghasilkan karya - karya  inspiratif.


   Penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan motivasi dan doa hingga buku ini dapat terselesaikan.


Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tim Literasi

  

KATA SAMBUTAN

Kepala UPTD SMP Negeri 20 Depok  SUMARNO, M.Pd

 

                PUJI SYUKUR kami panjatkan kehadirat Allah Tuhan Yang Mahakuasa. Selawat dan salam         senantiasa kita sampaikan untuk junjungan alam Nabi Muhammad SAW. Pada buku antologi puisi        karya siswa dan guru SMP Negeri 20 Depok dipersembahkan pada dunia sastra, semoga menjadi                 butiran  debu sebagai sumbangsih dalam melatih para siswa dan guru dalam budaya menulis puisi.

  Antologi puisi ini berjudul “Menembus Batas Mengurai Kisah Dalam Pandemi” semoga menjadi titik awal dalam membudayakan kegemaran menulis para siswa dan guru. Tentunya dalam penerbitan perdana ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Maka kami selalu mendorong seluruh stakeholder yang ada di sekolah untuk terus belajar dan belajar menulis sambil memperkaya pengetahuan tentang dunia puisi dan sastra pada umumnya.


    Dengan demikian akan terpupuk pengalaman dalam penulisan puisi dan literasi. Usaha yang terus menerus tentu akan menyempurnakan kemampuan menulis puisi dan bersastra pada umumnya. Kritik dan saran dari para pembaca dengan tangan terbuka diterima untuk perbaikan penulisan dan penerbitan karya-karya selanjutnya.

 

Depok, Mei 2021

1 comment:

Cerpen Siswa (Kaisan Althaf Farand)

  PULIH by: Kaisan Althaf Farand        Dulu, di sebuah desa yang tenang, tinggallah seorang anak bernama Kazhelta Fitrand Darsa , atau yang...