Nasi dari butiran keringat ayahmu
Hasil
kerja kemarin
Lauknya, daging olahan pikiran ayahmu kemarin malam
Dari konflik batin dan ramuan nurani yang diolah
Bersama cucuran air matanya
Jangan lupa minumlah air putih
Dari tetesan doa air mata ayah ibumu
Air
yang dipanaskan puasa dan tirakat
Air yang didinginkan melalui untaian doa sepanjang malam
Pergilah nak setelah sarapan pagi, ke ladang
Kau tanam asamu seluas luasnya kau mau
Semangat dan bulir keringatmu akan jadi
saksi perjalananmu
Meski kadang menguap dan terhempas
bersama dahaga waktu
Gaya hidupmu sesuai sumpahmu
Usahamu mengayakan akhiratmu
Rekayasa kerjamu akan dikenang muridmu
Umurmu bermakna
bagimu
Gaya kesederhanaanmu sungguh elok pribadimu
Urusan pribadimu, kadang kau abaikan demi profesimu
Rasa letih tak lagi terasa
Asal untuk kepuasan anak didikmu
Pribadimu kemuliaanmu
Ramahmu kesejukan kasih sayangmu
Olah kerjamu prasasti masa depan anakmu
Falsafah hidupmu panutan generasimu
Elaborasi setiap langkahmu
Sungguh luas ladang ilmumu
Inisiatifmu tak pernah kering
Olah hati olah pikirmu
Norma kehidupan bagi anak didikmu
Amal baikmu investasi masa depanmu
Lelah letihmu dikenang selalu
No comments:
Post a Comment