Sumpah yang Tak Lekang, Bahasa Indonesia Menjadi Pemersatu Bangsa
by: May Setia Putri
Di tengah suara yang riuh
Angin membisikkan sebuah persatuan
Yang hampir menghilang, karena gemuruh dari kericuhan
Tempat kata
sering dipatahkan
Namun, dada kami bergetar
Seperti ada yang datang menyinari kami
Tetapi bukan sinar matahari
Melainkan sebuah bahasa
Samar untuk didengar
Karena suara gemuruh menghancurkan kami
Sumpah yang tak lekang, meskipun musim berganti
Kami menerapkan bukan
untuk dipuja
Melainkan agar tak hilang arah.
Bahasa kami tetap berdenyut
Seperti nadi di pergelangan bangsa
Kadang kebisingan ini membuat kami takut
Sama seperti persatuan ini akan pecah
Di tengah bahasa lain yang menenggelamkan kami
Kami berusaha
menyalakan cahaya kecil
Meskipun kegelapan lebih kokoh untuk diberantas
Bahasa, kau kukenang dan kugunakan
Layaknya wajah ibuku dan perintah ibuku
Lembut, tetapi ditegaskan
Agar kami pulang setiap kali tersesat
Bahasa Indonesia, kau menjadi pemerkuat bangsa
Layaknya
fondasi bangsa Indonesia
Yaitu Pancasila dan bahasa kami
Seperti Bahasa Indonesia
No comments:
Post a Comment